Rubrik Bahasa

Di preposisi dan prefiks
Rubrik Bahasa

Membedakan “Di” yang Dipisah dan yang Disambung

Sebagai bangsa yang sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia, kita pasti akrab dengan kata “di”. Kata mungil ini sering muncul di mana-mana, dari buku pelajaran sampai status Facebook teman yang galau. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah dalam menempatkan “di”—seharusnya dipisah, malah disambung, atau seharusnya disambung, malah dipisah. Memangnya, apa susahnya membedakan “di” yang dipisah dan […]

Konjungsi
Rubrik Bahasa

Mengenal Konjungsi (Kata Sambung) dalam Kalimat

Konjungsi – Bahasa bukan semata kumpulan kata yang berdiri sendiri, melainkan sebuah aliran pikiran yang harus terus mengalir. Tanpa struktur yang baik, kalimat akan terasa patah-patah, seperti kanal yang tersumbat. Di sinilah konjungsi berperan—ia adalah kanal kecil yang menyambungkan gagasan, membuat isi pikiran kita mengalir mulus dari satu ide ke ide lainnya. Definisi Konjungsi Konjungsi,

Kata Ganti Dia
Rubrik Bahasa

Apa Bedanya Kata Ganti “Dia” dan “Ia”?

Ada yang bilang, perbedaan kecil dalam bahasa itu seperti gerimis di sore hari: Tampak sepele, tapi diam-diam membasahi segalanya. Begitu pula dengan “dia” dan “ia”. Dua kata yang sama-sama sederhana, tapi menyimpan perbedaan rasa, konteks, dan fungsi yang menarik untuk digali. Awalnya, saya tak terlalu peduli. Namun, sebuah diskusi santai dengan teman lama, Daruz Armedia,

Rubrik Bahasa

Menggunakan Partikel “Pun” dengan Benar

Bagi banyak orang, “pun” adalah partikel kecil yang sering muncul di berbagai tulisan, tetapi jarang mendapat perhatian khusus. Ia menyerupai bumbu dapur biasa: Sering digunakan, tapi tak pernah benar-benar dipikirkan keberadaannya. Saya sendiri dulu berpikir, “Ya sudah, asal pakai ‘pun’, toh semua orang paham.” Namun, semakin saya belajar dan menulis, semakin saya sadar bahwa “pun”

Kata Kerja yang Bikin Bingung
Rubrik Bahasa

Kata Kerja yang Bikin Bingung

Bahasa adalah alat komunikasi yang penuh warna. Di balik kekayaannya, terkadang ada sisi yang justru menjerumuskan kita ke dalam kebingungan. Salah satunya adalah kata kerja. Meski tampak sederhana—karena hampir setiap kalimat membutuhkannya—kata kerja ternyata menyimpan jebakan yang sering kali luput dari perhatian. Dalam bahasa Indonesia, kekeliruan ini bukan hanya soal salah paham, tapi juga soal

Scroll to Top