Esai

Morning Person
Esai

Mengapa Jadi Morning Person Bisa Bikin Hidup Bahagia?

Bangun pagi selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Ya, meskipun terkadang terasa seperti topik lama yang terus diulang-ulang. Saya ingat, banyak orang menjadikan bangun pagi sebagai bagian dari resolusi tahun baru, tapi entah kenapa selalu gagal di tengah jalan. Bagi saya, cerita soal bangun pagi sedikit berbeda. Saya bukan tipe orang yang perlu berjuang […]

Esai

Malam Panjang untuk Cerpennya Bu Siti Sunarti

Kalau ada satu hal yang tak pernah saya duga dalam hidup, itu adalah jadi ghost writer untuk seorang guru Bahasa Indonesia. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa suatu malam, saya akan begadang demi memperpanjang cerpen orang lain—cerpen yang bahkan bukan tulisan saya. Namun, begitulah hidup, sering kali menawarkan plot twist yang tak pernah kita

Menulis untuk Apa
Esai

Menulis untuk Apa?

Pernah suatu kali, di sebuah warung kopi yang pencahayaan remangnya cocok untuk merenungi hidup, seorang teman bertanya kepada saya, “Kamu menulis untuk apa?” Pertanyaan itu, walaupun sederhana, langsung seperti petir di siang bolong. Sebagai seseorang yang mengaku-ngaku penulis, pertanyaan seperti itu sebenarnya lebih sulit dijawab ketimbang soal ujian logaritma di SMA. Namun, saya tidak mau

Esai

Jangan Ngopi Malam-malam kalau Gak Mau Insomnia

Sebagai penulis, saya sering bercanda bahwa malam adalah waktu paling produktif. Namun, sejujurnya, itu bukan pilihan, melainkan semacam konsekuensi biologis yang entah bagaimana melekat sejak lama. Insomnia, bagi saya, seperti teman lama yang sok akrab—tidak diundang, tapi tahu-tahu nongkrong di kepala. Dulu, saat masih remaja, saya pikir susah tidur adalah tren keren. Bayangkan, begadang sampai

Tulus Setiyadi
Esai

Tulus yang Pergi, Sastra yang Abadi

Saya selalu percaya, ada manusia yang lahir untuk membuat hidup orang lain jadi lebih bermakna. Pak Tulus Setiyadi adalah salah satunya. Pak Tulus, sastrawan asal Madiun yang sekaligus petani, adalah jenis manusia langka yang, meskipun tidak hidup di atas gemerlap panggung, selalu berhasil menciptakan karya yang membumi. Hari ini, saya mendengar kabar duka: Pak Tulus

Gambar Nyetir Mobil
Esai

Belajar Nyetir Mobil dari Lagu Rhoma Irama

Judul esai ini mungkin membuat alis Anda terangkat. Apa hubungannya nyetir mobil dengan Rhoma Irama, si Raja Dangdut? Tapi percayalah, ada sesuatu yang istimewa dalam pengalaman saya ini. Setiap minggu sore, ada ritual yang sudah jadi agenda wajib: belajar menyetir mobil di lapangan luas, sedikit berdebu, di pinggiran kota. Mobilnya bukan mobil terbaru, melainkan Honda

Thumbnail Mengirim Cerpen ke Koran
Esai

Masihkah Relevan Mengirim Cerpen ke Koran?

Di tengah era digital yang kian mendominasi, pertanyaan tentang relevansi mengirim cerpen ke media massa cetak menjadi perdebatan yang tak terelakkan. Platform daring kini menawarkan banyak kemudahan, dari distribusi karya yang instan hingga aksesibilitas yang tak terbatas oleh waktu dan lokasi. Namun, apakah hal ini berarti bahwa media massa cetak—yang pernah menjadi kiblat bagi para

Esai

Sastra Lahir dari Komunitas!

Di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, geliat sastra seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Setiap minggunya, ada saja acara literasi yang digelar: pembacaan puisi, diskusi buku, pameran literasi, atau sekadar pertemuan penulis dengan pembacanya. Kota-kota tersebut menjadi saksi tumbuhnya berbagai generasi sastrawan besar Indonesia seperti Chairil Anwar,

Scroll to Top